Tips Membeli Rumah KPR | Propertree
Blogarrow-image

Tips Membeli Rumah KPR

artikel

Tips Membeli Rumah KPR

admin

08 September 2020


Mempunyai rumah sendiri adalah impian semua orang, tapi dengan harga rumah yang kian hari kian naik membuat anak muda zaman sekarang sulit untuk mempunyai rumah sendiri.

Jawaban dari permasalahan tersebut ada pada KPR atau Kredit Pemilikan Rumah Masalahnya, pengajuan KPR tidak mudah karena ada berbagai syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi

Belum lagi bunga yang harus dibayarkan.

Maka dari itu, kita perlu mempertimbangkan beberapa hal dalam memilih KPR yang cocok

Mari kita bahas tips membeli rumah KPR untuk pemula.

 

1.     Cek krebilitas Developer/Pengembang

Cek krebilitas Developer/Pengembang agar anda tidak tertipu. Sederhana saja, cek krebilitas Developer bisa dilihat dari rekam jejak property pada tahun-tahun sebelumnya, Seperti berapa lama developer tersebut berkecimpung didunia property dan berapa proyek yang relah berhasil dilakukan.

 

Periksa juga legalitas Developer. Mulai dari status badan hokum, legalitas hak atas tanah di proyek perumahan tersebut, serta perizinan yang meliputi IMB dan izin lokasi

 

2.     Cek legalitas tanah

Status tanah yang dikuasai developer seharusnya hanya Hak guna bangunan (HGB). Status ini harus diperpanjang jika developer belum selesai mengelola lahan perumahan tersebut

Cek status HGB dari tanah di perumahan tersebut langsung ke Dinas Pertanahan setempat. Langkah selanjutnya adalah memastikan asal muasal HGB yang digunakan developer.

Ada dua kategori HGB yaitu tanah yang dikuasai langsung oleh negara dan Hak Pengelolaan Lahan (HPL). HGB yang berasal dari tanah yang dikuasai negara relatif lebih aman dalam unsur legalitas.

Sementara HGB yang merupakan HPL akan butuh waktu saat akan diperpanjang. Karena HGB jenis ini harus membutuhkan persetujuan pemegang HPL sebelumnya saat akan diperpanjang.

Pastikan HGB yang digunakan pengembang berasal dari lahan yang dikuasai negara agar kamu tidak pusing.

 

3.     Segala jenis keuangan harus siap

Selain mampu membayar Down Payment (DP), dan mampu membayar angsuran, jejak kredit kamu dan pekerjaan juga penting.

Biasanya Bank akan memberikan KPR bukan pada banyak jumlah tabungan yang dimiliki, namun kepada orang yang bekerja tetap, memiliki track record kredit yang baik dan berpenghasilan stabil.

 

4.     KPR Bank atau Developer

Jika kamu belum memiliki track record kredit dan belum berpenghasilan stabil, itu bisa membuat KPR dari Bank sulit.

Namun pengajuan KPR kepada Developer sangat memungkinkan kamu untuk mendapatkan fasilitas KPR meski tidak memenuhi syarat KPR Bank.

Namun biasanya KPR dari Developer memliki jangka waktu yang lebih sebentar, jika di Bank bisa 10 sampai 20 tahun, kalau Developer bisa 5 tahun saja.

 

5.     Lokasi

Lokasi sangat mempengaruhi harga jual rumah, jika lokasi berada dipusat kota seperti Jakarta biasanya harganya kurang bersahabat dengan kabanyakan orang.

Biasanya KPR dikota penyangga seperti Bekasi,Tangerang,Depok, dan bogor lebih murah daripada dipusat kota.

Tapi perlu diingat jika kamu bekerja di daerah Jakarta, memiliki rumah dikota penyangga memiliki resiko waktu tempuh yang lebih lama, bisa 1-3 jam dimana juga memakan biaya dalam transportasi.

 

6.     Jangan bayar DP sebelum KPR disetujui

Jika ingin membeli rumah pasti diawali dengan membayar Down Payment (DP), dana ini dibayarkan langsung oleh konsumen ke pihak pengembang.

Sementara Bank akan membayarkan sisa dana pembelian kepada pengembang yang kemudian dicicil melalui KPR.

Tapi ingat, tidak ada jaminan pengajuan KPR kamu akan langsung disetujui bank, bahkan meski developer sudah menjalin kerjasama dengan bank tersebut.

Karena Bank pasti akan melihat kemampuan finansial calon debitur mereka dalam melunasi cicilan KPR.

Maka dari itu jangan langsung membayarkan DP padahal KPR kamu sedang dalam proses, banyak pengalaman kamu akan sulit untuk menarik DP yang sudah kamu bayarkan kembali.

 

7.     Bayar uang muka dan tanda tangani PPJB

Setelah Bank yang menjadi tempat kamu mengajukan KPR menyetujui permohonan cicilan rumah maka tiba waktunya untuk membayar DP pada developer.

Setelah memayar DP, kamu dan developer akan melakukan perjanjian pengikatan jual beli (PPJB). Cermati isi dari perjanjian, mulai dari harga jual rumah,proses pembangunan rumah, dan biaya yang harus ditanggung pembeli.

Jangan lupa untuk menegaskan sanksi yang ditetapkan dalam perjanjian tersebut, Terutama sanksi yang dituntun oleh pengembang, jika mereka mangkir dari perjanjian maka kamu bisa menuntut secara hokum.

 

8.     Pantau terus proses pembanguna rumah

Rutinlah untuk datang ke lokasi untuk melihat pengembangan rumah, bisa dengan 2 minggu sekali. Lihat apa rumah yang dibangun sesuai dengan spesifikasi yang tertera dalam perjanjian.

Pastikan juga ukuran dan desain rumah sesuai dengan perjanjian, jika tidak, kamu berak menggugat developer dan menuntut dibuatkan rumah yang sesuai dengan perjanjian.

 

9.     Proses surat menyurat

Setelah rumah selesai dibangun kamu harus meminta kepada pihak developer untuk melakukan proses pembuatan Akta Jual Beli (AJB). Ini merupakan tanda legalitas kepemilikan pertama atas rumah yang anda miliki.

Karena masih berstatus Hak Guna Bangunan (HGB) kamu harus segera mengurus menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM) saat melakukan proses AJB.

 

10.  Garansi bangunan

Jangan lupa untuk meminta garansi bangunan, usahakan garansi bangunan tertulis dan ditanda tangani diatas materai, agar kuat secara hukum.

Kamu pun akan lepas dari tanggung jawab kerusakan rumah selama masa garansi berlangsung, ini membuat kamu tidak perlu untuk merogoh kocek lebih untuk biaya perbaikan.

Photo by Patrick Perkins on Unsplash 

#investasi #investasirumah #investasiproperti
fbfbfbfb

Artikel Terkait