Konsep Dan Jenis Fintech Di Indonesia | Propertree
Blogarrow-image

Konsep Dan Jenis Fintech Di Indonesia

artikel

Konsep Dan Jenis Fintech Di Indonesia

admin

08 September 2020

 

Saat ini gelombang teknologi digital terus berlangsung. Hampir seluruh elemen masyarakat menggunakan teknologi, kita bisa dengan cepat mendapatkan berita karena teknologi yang sangat canggih, kita bisa mengetahui berita-berita dari seluruh dunia hanya dengan internet. Gelombang digital telah merangsek masuk ke hampir semua aspek kehidupan dan ekonomi masyarakat dunia, seperti transportasi, kesehatan, pendidikan, ritel, hotel, dan bahkan keuangan. Bagi sector keuangan, inovasi teknologi sebenarnya bukan merupakan hal baru . Di zaman yang makin modern ada teknologi keuangan (fintech) tulisan ini bertujuan untuk menkaji secara singkat teknologi keuangan (fintech) di Indonesia.

 

Apa itu Fintech?

Financial technology/FinTech merupakan hasil gabungan antara jasa keuangan dengan teknologi yang akhirnya mengubah model bisnis dari konvensional menjadi moderat, yang awalnya dalam membayar harus bertatap-muka dan membawa sejumlah uang kas, kini dapat melakukan transaksi jarak jauh dengan melakukan pembayaran yang dapat dilakukan dalam hitungan detik saja.

 

Pemicu adanya Fintech

Fintech muncul seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang saat ini didominasi oleh pengguna teknologi informasi tuntutan hidup yang serba cepat. Dengan Fintech, permasalahan dalam transaksi jual-beli dan pembayaran seperti tidak sempat mencari barang ke tempat perbelanjaan, ke bank/ATM untuk mentransfer dana, keengganan mengunjungi suatu tempat karena pelayanan yang kurang menyenangkan dapat diminimalkan. Dengan kata lain, Fintech membantu transaksi jual beli dan sistem pembayaran menjadi lebih efisien dan ekonomis namun tetap efektif dimana pun dan kapan pun berada.

 

Jenis model pembiayaan Fintech Di Indonesia

Ada 161 perusahaan Fintech lending berizin dan terdaftar di OJK per 19 Februari 2020 yang memiliki model pembiayaan yang berbeda-beda

·      P2P (Market place) business lending

·      P2P (Market place) consumer lending

·      P2P (Market place) real estate lending

·      Donation-based crowdfunding

·      Equity-basen crowdfunding

·      Reward-based crowdfunding

·      Revenue-sharing/profit-sharing crowdfunding

·      Debentures (Debt-based securities)

·      Balance sheet consumer lending

 

 

Model Fintech Di Indonesia


Crowdfunding atau penggalangan dana adalah proses mengumpulkan sejumlah uang untuk suatu proyek atau usaha oleh sejumlah besar orang, biasanya dilakukan melalui platformonline. Ada tiga pihak yang terlibat dalam platform crowdfunding, yaitu project owner, supporter (publik yang memberikan dukungan dana) dan penyedia platform. Ketiga pihak ini memiliki peran masing- masing dalam menciptakan sebuah ekosistem yang dapat menunjang kebutuhan tiap pihak.


Berdasarkan bentuk imbalan yang  diberikan kepada pemberi dana, crowdfunding dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu : reward- based/donation-based crowdfunding, equity-based crowdfunding, dan loan-based crowdfunding.

       Reward-based crowdfunding adalah

bentuk crowdfunding yang berbasis  hadiah atau penghargaan (reward). Reward-based crowdfunding akan memberikan reward kepada investor, biasanya berupa versipertama atau edisi terbatas dari produk atau layanan yang didanai. Reward yang diberikan umumnya

disesuaikan dengan jumlah dana yang diberikan, semakin besar dananya semakin  eksklusif reward yang didapatkan investor.

       Donation-based crowdfunding adalah bentuk crowdfunding tanpa imbalan, dan biasanya terkait dengan suatu kegiatan filantropi.

       Equity-based crowdfunding merupakan bentuk crowdfunding dimana penggalang dana akan memberikan imbalan berupa saham kepada crowd investor. Saham yang dijual kepada sejumlah investor merupakan imbalan

atas investasi. Besaran saham berbeda-beda tergantung pada penawaran yang diberikan oleh perusahaan penggalang dana yang didasarkan pada valuasi dari perusahaan tersebut. Model ini seringkali digunakan oleh perusahaan rintisan (start-up) atau pemula (early–stage).

       Revenue/Profit sharing crowdfunding merupakan bentuk crowdfunding dimana emiten mengajukan kewajiban untuk melunasi kreditur, namun pembayaran ini bervariasi dan merupakan fungsi dari pendapatan atau keuntungan perusahaan.


Peer–to–Peer Lending(P2PL)atau biasa juga disebut sebagai social lending atau person-to-person lending merupakan salah satu bentuk crowdfunding berbasis utang berupa praktik pemberian pinjaman uang antar individu dimana peminjam dan pemberi pinjaman (investor) dipertemukan melalui platform yang diberikan oleh perusahaan P2PL. P2PL memberikan wadah bagi seseorang yang ingin meminjam uang dari seseorang yang tidak pernah dijumpai secara langsung sebelumnya. Begitu juga dengan investor, ia dapat memberikan pinjaman kepada seseorang yang ia tidak kenal dan informasi yang diketahui bisa hanya berdasarkan rekam jejak kredit dari peminjam. Model P2PL ini dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu sebagai berikut :

       Peer–to–Peer (P2P) Business Lending adalah transaksi berbasis  utang  antara  individu  dan dunia  usaha/bisnis  yang  ada,  yang  sebagian besar merupakan usaha kecil  dan  menengah (UKM) dengan banyak pemberi pinjaman individual yang memberikan kontribusi terhadap satu pinjaman. Contoh : Gandengtangan

       Peer–to–Peer (P2P) Consumer Lendingadalah transaksi berbasis utang dimana individu menggunakan platform online untuk meminjam dari sejumlah pemberi pinjaman individual, yang masing-masing memberikan pinjaman sejumlah kecil. Sebagian besar bentuknya berupa pinjaman pribadi/personal tanpa jaminan.

       Peer-to-Peer (P2P) Property Lendingadalah transaksi hutang yang aman (terjamin) berbasis properti antara individu/institusi dengan umumnya dunia usaha (bisnis), yang sebagian

           besar merupakan bisnis pengembangan property


Balance sheet consumer lending adalah suatu platform yang memberikan pinjaman  langsung kepada peminjam konsumen. Berbeda dengan pinjaman peer-to-peer (P2P), di  mana  platform online mencocokkan pemberi pinjaman pihak ketiga dengan peminjam, mengambil potongan dari setiap transaksi.


Debentures (debt-based securities) adalah surat berharga berbasis utang, dimana pemberi pinjaman menerima kewajiban utang tanpa agunan yang biasanya dibayar kembali dalam jangka waktu yang panjang. Serupa dalam struktur untuk pembelian obligasi, namun dengan hak dan kewajiban yang berbeda.


Photo by Markus Winkler on Unsplash

 

 

 

#fintech #investasi #investasiproperti #financialtechnology #teknologifinansial
fbfbfbfb

Artikel Terkait